Saat Teman Menjengkelkan

Oleh Rudi Saragih

 

Manusia bersifat unik. Ketahuilah keunikan itu sehingga kamu paham dengan seseorang dengan segala tindak tanduknya. Buruk, baik, menyenangkan, menjengkelkan, dll. Bahwa itulah keunikannya.

Perbedaan pendapat bukanlah hal yang jarang dalam pertemanan. Sedikit berdebat dan saling memperhankan pendapat. Tidak jarang pula teman menjadi berubah seketika, walau kadang kala itu hanya menurut pribadi seseorang. Teman tersebut pun tidak merasa kalau sifatnya sedikit berubah. Yang pasti, anda dibuatnya jengkel.  Padahal anda mungkin berpikir betapa baiknya perlakuan anda terhadapnya. Sebenarnya pada saat itu, sudah terpatok dalam pikiran bahwa apa yang anda harapkan dari dia tidak sesuai dengan apa yang anda dapatkan/inginkan.

Pertemanan memiliki ‘bumbu’ yang beraneka rasa. Senang, sedih, suka, duka, bahagia maupun malapetaka. Seperti sepasang kekasih yang selalu saling mengisi. Variasi serta selingan dalam pertemanan juga sangat perlu. Bayangkan jika semua berjalan baik-baik saja. Kita tidak akan tahu lagi apa yang sebenarnya. Kebaikan itu sangat bermanfaat untuk menjadi tolak ukur ketidakbaikan, sebaliknya, ketidakbaikan menjadi tolak ukur sebuah kebaikan.

Dalam pergaulan semua yang terlihat secara kasat mata menjadi titik tolak, padahal di balik itu semua ada hal yang masih harus diperhatikan. Memahami merupakan sebuah kewajiban yang tidak tertulis dalam pergaulan. Ketahuilah sifat-sifat itu, semua itu adalah keunikan yang tersimpan di dalam dirinya. Jangan menganggap itu sebagai sebuah ketidakberesan, itulah keunikan setiap manusia.

Untuk memahami dan bersikap rendah hati terhadap seseorang harus memahami hakikat manusia unik yang memiliki perilaku yang berbeda-beda. Dengan perbedaan itu berarti tidak semua yang akan atau yang telah dia lakukan harus seperti apa yang kita inginkan. Ada kalanya dia memiliki ekspresi sendiri, menjadi diri sendiri.

Tentunya anda tidak akan jengkel kepadanya jika anda telah memahami [bukan sekedar mengetahui] bahwa manusia itu unik. Itulah perlakuan dan kelakuaannya, itulah yang harus kita terima dan pahami, bukan malah membuat situasi semakin tidak bagus.

Posisikanlah diri anda sebagai dia. Berpolapikirlah sejenak dari sudut pandang orang yang akan anda pahami. Setelah itu anda akan mengetahui apa yang dia inginkan. Di balik perbedaan setiap orang terletak persamaannya. Secara umum, manusia jika sedih ingin dihibur, jika senang ingin ditemani, jika susah ingin di bantu, jika salah ingin dimaafkan, jika mencintai ingin diperhatikan, jika bekerja ingin didukung dan dimotivasi. Masih banyak lagi hubungan sebab akibat kebutuhan. Namun semua itu termasuk dalam keunikan manusia.

Tidak ada salahnya jika anda memberi respon, saran, setelah memosisikan diri sebagai dirinya. Kemungkinan ada solusi untuk bisa saling memahami bersama. Itu tentunya lebih asyik dalam pertemanan. Janganlah pula saling meninggikan egois masing-masing. Ada kalanya kita lembut dan bersabar menghadapinya. Jika batu bergesekan dengan batu maka akan menghasilkan benturan yang keras, tetapi jika batu bergesekan dengan air maka batu akan tenggelam ke dalam air. Demikian juga dengan pertemanan. Berikanlah pemahaman dan jadilah air yang bisa memberi kesegaran pada kehidupan.

Jika mendapati teman yang menjengkelkan, setelah anda memosisikan diri sebagai dirinya dan memberi saran, maka tersenyum dan berbisiklah pada diri anda: “Inilah salah satu keunikanmu kawan…”

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Enjoy this blog? Please spread the word :)