Aku Tulis Puisiku Di Setiap Daun

Oleh: Wirja Taufan

 

 

aku tulis puisiku di setiap daun

agar bila layu dan gugur, melayang diterpa angin

menembus awan

mencapai bulan dan matahari

 

ada satu dua yang jatuh ke air

mengikuti gerak air, berlari dan menari

menemui Yassin, Chairil

dan entah siapa lagi yang aku lupa

hibuk mengatamkan kaji

 

sebegitu nikmatnya pertemuan itu

tarian air membuat tangan-tangan puisiku menari

saling menggapai, saling menggenggam

merajut makna yang hilang

 

kata-kata saling melompat semaunya

menelanjangi diri

berenang dan menyelam

menyusuri lautan kesunyian

 

Medan, 2015

 

 

 

 

 

Wirja Taufan, lahir di Medan, 15 September 1961 dengan nama Suryadi Firdaus. Menulis puisi sejak tahun 1979. Puisi-puisinya telah dimuat di beberapa surat kabar lokal dan nasional : Analisa, Medan Bisnis, Sumut Pos, Padang Ekspres dan Indopos Jakarta, juga majalah sastra Horison. Beberapa puisinya dimuat dalam antologi bersama antara lain : Koma (Antologi Puisi Penyair Muda Medan), Muara I, Muara II, Titian Laut II, Titian Laut III (antologi Puisi dan Cerpen Penulis-Penulis Malaysia Utara dan Sumatera Utara dalam Pertemuan Sastra Dialog Utara di Medan dan Malaysia), Ilham (Antologi Puisi Islami Sumatera Utara, 1991) dan Medan Puisi (Antologi Puisi Pesta Penyair Indonesia, The 1st Medan International Poetry Gathering, 2007). Tahun 1983 menerima Hadiah Kreativitas Sastra Bidang Puisi dari Dewan Kesenian Medan (DKM). Tahun 1985 membacakan puisinya yang terhimpun dalam kumpulan puisi Episode Mimpi di Taman Budaya Medan. Sejak tahun 1986 sampai tahun 2015 bekerja di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Medan, dan dari tahun 2015 hingga sekarang bekerja di LPP RRI Padang.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Enjoy this blog? Please spread the word :)