Weker Tua

Puisi Syafrizal Sahrun

 

aku sampai lebih dulu
dalam kereta

marsinis belum pernah ada
tapi kereta harus berangkat
dan sampai pada jam yang tepat

weker tua yang dibuang pemiliknya
meraung di bak sampah
peluit sudah ditiup

kereta berangkat
gerbongku dilepas pengaitnya

weker tua tertawa
kusurukkan muka dalam lukanya

Percut, Agustus 2015

 

Syafrizal Sahrun, tinggal di Desa Percut. Alumni FKIP UISU. Masih berguru di PPs UMN Medan. Menulis puisi, esai sastra, dan sekali-sekali menulis cerpen. Karyanya pernah dimuat dibeberapa media lokal dan nasional. Bekerja sebagai guru di SMAN 1 Percut Sei Tuan. Bergiat di Komunitas Home Poetry.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Enjoy this blog? Please spread the word :)