Sajak dari Udik

Puisi Nasib TS:

angin gunung,

kabarkan pada orang-orang kota supaya tuan-tuan, nyonya-nyonya belajar jadi pelayan bagi putra-puteri mereka yang tak boleh manja lagi kepada para hamba yang setiap saat duli pada perintah tuannya.

karena mereka mesti kami panggil pulang untuk turun ke ladang menjadi petani moderen. subur-makmur negeri agraris ini sudah lama merindukannya dalam mimipi-mimpi teknologi irigasi, waduk raksasa atau investasi agribisnis.

kabarkan juga pada para penabur pesona liar mulai dari lantai disco, pub sampai eskalator pusat perbelanjaan yang polusi tingkah. supaya bunga raya, bunga mawar, bunga melati yang kini layu dalam genggaman cuaca segera mereka kembalikan ke taman desa kami di kaki bukit, di tepi sungai berair bening, di mana mereka memetik tanpa kasih hingga terbang dihembus prahara atau luruh dibawa arus yang mengalir ke muara hitam bercahaya kerlap-kerlip bintang di bawah lampu papan iklan.

angin gunung,

kabarkan pada siapa saja bila menemukan anak-anak harapan dari kampungku terlantar di tepi-tepi jalan ditepis angin bercampur debu roda bis kota, tolong sampaikan teriak panggilan ini:

pulang!

pulanglah semua, indahnya subur-makmur negeri agraris ini sudah lama merindukanmu tanpa dendam dan kebencian. sungguh, harkat tak lagi tercabik, jika kau tak perlu menunggu mimpi berakhir.

pulang, rinduku setegar gunung.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Enjoy this blog? Please spread the word :)