Nongkrong, Nyastra, Nyebar Karya: Aceh Corner Tempatnya!

Yulia Tasnim begitu terampil memainkan jemari di atas laptopnya, sesekali dahinya berkerut. Dia begitu menikmati proses kreatifnya menulis puisi. Penulis yang karyanya kerap menghiasi Harian Analisa, Medan Bisnis, dan Waspada Medan ini sesekali meneguk minuman sanger dingin untuk menjernihkan pikiran, “Inilah enaknya di Aceh Corner. Nongkrong, nyastra, sambil nyebar karya. Wifinya lancar, harga makanan dan minuman terjangkau kantong mahasiswa. Mantap. ” Disambut dengan gelak tawa Mawardah, selaku ketua umum Anak Medan Cakap Sastra (AMCS). Sementara di sudut yang lain, tampak penulis-penulis muda yang bergabung dalam Forum Kampus (FOKUS) UMSU sedang mengadakan diskusi.

Memang benar, meski tidak hanya ditujukan sebagai tongkrongan penulis namun kafe yang terletak di Jalan Selamat Ketaren, Komplek MMTC Blok Q No. 10/11 sering jadi tempat diskusi penulis-penulis di kota Medan. Tak jarang dari diskusi-diskusi kecil itu memunculkan agenda sastra yang lebih besar, seperti pelatihan menulis dan perlombaan. Seringkali Hasan Al Banna, Yulhasni, Alda Muhsi, Ahmad Munawar Lubis, M. Muslim Bachri, Julaiha, Fitria Panjang, dan Elsa Vilinsia Nasution serta banyak lagi penulis-penulis Medan lainnya terlibat perbincangan mengenai perkembangan sastra di Medan khususnya, dan Sumatera Utara secara umum. Menambah bukti kalau Aceh Corner memang menjadi salah satu tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Menurut pantauan satramedan.com, kafe Aceh Corner tak pernah sepi. Mayoritas pengunjungnya mahasiswa yang ingin melepas kejenuhan rutinitas sehari-hari. Di kafe ini tersedia aneka makanan dan minuman dengan kisaran harga Rp. 8000 sampai Rp. 18.000, antara lain Kopi Gayo, Kopi Ulee, Sanger, Mie Banda dan Nasi goreng Aceh. Buka setiap hari dari mulai pukul 10.00 Wib sampai dengan pukul 23.00 Wib. Bagi yang memiliki minat berselancar di dunia maya, tersedia jaringan interner gratis (wifi) dijamin bakal membuat betah berlama-lama nongkrong.

“Simple but comfortable coffe shop,” merupakan jargon andalan Kafe Aceh Corner. Oleh sebab itu, banyak yang rindu ingin kembali sesudah berkunjung ke tempat ini, sebab dalam kesederhanaannya ada perlindungan yang begitu meneduhkan. Selayaknya rumah, meski sederhana selalu ada cinta yang membuat kita rindu untuk pulang dan beristirahat melepaskan segala penat. Tidak percaya? Silakan datang dan rasakan sendiri.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Enjoy this blog? Please spread the word :)