Mengenang Kepergian Oppung

Puisi Alda Muhsi

Akan selalu ada yang bernyanyi
meski lara menginap di jantung matamu
akan selalu ada yang merayakan
bahkan ketika napasmu berembus untuk yang terakhir
senandung itu bercampur air mata tak dapat terbendung
bermalam-malam kau disemayamkan
tubuhmu kaku tak dapat turut menari
di atas panggung
kami menceritakan kenangan yang tersimpan
pada masing-masing kepala
Oh opung boasa tinggalhonmu au? Naso diingot ho do janjimi oppung
naikkon rap do hita lao maniti dalan tu surgo hasonangan i.”
Aku tak dapat mengingat kapan terakhir kali kita menangis
malam ini kau pergi untuk keabadian
sambutlah aku nanti ketika menyusulmu
tentu saja dengan nyanyian biasa
seperti menyambut uluran tangan Tuhan
Malam ini aku melihatmu tersenyum
dalam pembaringan di balik kebaya hitam

2 Agustus 2016

Alda Muhsi kelahiran Medan, 1993. Telah menamatkan pendidikan di Universitas Negeri Medan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Tinggal di Jalan Amaliun No. 152 Medan. Penyuka puisi dan cerpen. Puisinya pernah dipublikasikan di Harian Waspada, Analisa, Medan Bisnis, Jurnal Masterpoem, dan Media Indonesia. Dan Cerpennya pernah dipublikasikan di Harian Waspada, Analisa, Medan Bisnis, Republika, Suara Merdeka, dan Banjarmasin Post. Buku kumpulan cerpennya, Empat Mata yang Mengikat Dua Waktu (Ganding Pustaka, 2016). No. HP 085371783262

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Enjoy this blog? Please spread the word :)