Menerjemahkan Mata

Puisi Tri Utami Raudani

langit di kota ini selalu memaksa gumul otak bekerja sepuluh kali lipat menerjemahkan mata dari hati yang sempat tercuri seorang lelaki. Bait-bait puisi di tanganku tak mampu bungkam dengan ritual pertemuan hati. Seperti sepasang cincin yang melingkar di antara sepasang jemari, aku tak bosan-bosan meruapkan rindu yang deru. Lelakiku, jemput aku yang mulai candu dengan matamu.

Medan, 2014

 

Tri Utami Raudani, baru menyelesaikan pendidikan sebagai sarjana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di Unimed. Semasa kuliah aktif di Persma Kreatif. Surel dear.utami@yahoo.com.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Enjoy this blog? Please spread the word :)