Ibu Bukan Mama, Mama Bukan Ibu!

Puisi Febri Mira Rizki

Sebutan familiar tak pernah kuucap untukmu, bersebab hubungan kita sebatas lahir saja. Adakah selip tangisku menjadi nyeri di benakmu? Sedang masa melerai seperempat abad dipisah kita? Bu, maaf untuk panggilan yang kulayangkan untukmu! Tidak begitu akrab seperti halnya mereka yang sedari tumbuh tak luput dari tatapmu. Aku yang menjadi asing didarah yang mengalir agaknya perlu penjelasan, bukan pengacuhan yang semakin menjadi di antara desas-desus keluarga.
Bu, kupanggil dia Mama, bersebab rawatnya menyeluruh atas nama cinta: Aku menjadi tangguh, tak pernah mengeluh, dan selalutirakatnya mengasuh sampai ajal pun menyentuh. Adalah seingat diri mencari tahu segala mimpi, setelah membukti sepertinya kecewa sedikit melindap ulu hati,”Mengapa seorang Ibu tak pernah jujur pada nurani, sekadar menanya kabar buah hati yang lama tak ditemui?”. Entahlah, kau lebih gengsi untuk beramah-tamah dengan diri sendiri! Bagaimana anakmu tahu, bahwa kau mencintainya dengan sepenuh hati?

Medan, Agustus 2016

 

Febri Mira Rizki, lahir di Lhokseumawe 09 Februari 1990. Anak pertama dari Bapak Soemady dan Almarhumah Ibu Maimunah ini menyelesaikan kuliahnya di FKIP/UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Bergiat di Komunitas Kompak (Komunitas penulis anak kampus) sebagai Dewan Ahli. Buku solonya berjudul “Senarai Hati”. Di tahun 2012 Ia mendapat WSC AWARD sebagai Penulis Puisi Terproduktif dan Penulis Buku Terproduktif. FB: Febri Mira Rizki. E-mail: febrimirarizkisastra@gmail.com No.Hp: 0852-6111-5852.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Enjoy this blog? Please spread the word :)